Senin, 22 Oktober 2012

Sejarah Bahasa Indonesia

Sejarah Bahasa Indonesia


Pengertian Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia yang digunakan untuk alat berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya. Bahasa terdiri dari beberapa kata – kata atau sekumpulan kata yang memiliki makna hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakili Kumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad,disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus atau leksikon. Bahasa memiliki fungsi yaitu sebagai mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja


Setiap hari pastinya kita menggunakan Bahasa Indonesia, sebagai bahasa sehari-hari kita. Baik untuk berbicara, menulis, dan kegiatan sehari-hari lainnya. Tapi sekarang ini telah banyak perubahan yang ada. Baik dari segi pengaruh luar yaitu perkembangan global dan juga dari masyarakat Indonesia sendiri. Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi di negara kita, berasal dari Bahasa Melayu. Pada zaman dahulu, Bahasa Melayu telah berfungsi sebagai bahasa kesastraan, bahasa penghubung antar suku di Indonesia, bahasa perdagangan serta bahasa resmi kerajaan-kerajaan di nusantara. 


Usulan menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa nasional berasal dari seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah di Indonesia bernama Muhammad Yamin. Dia berpendapat bahwa Bahasa Melayu adalah bahasa pergaulan dan persatuan di Indonesia. Beberapa faktor yang menyebabkan Bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa nasional oleh Bangsa Indonesia, yaitu Bahasa Melayu merupakan bahasa penghubung antar suku bangsa di seluruh Indonesia dan telah diterima dengan baik oleh semua suku bangsa di nusantara, Bahasa Melayu sangat mudah dipelajari, serta Bahasa Melayu mempunyai tutur kata dan bahasa yang halus sesuai dengan ciri khas bangsa kita yang santun dan sopan. 


Perkembangan dan pertumbuhan Bahasa Melayu tampak lebih jelas dari berbagai peninggalan-peninggalan misalnya: 


♣ Tulisan yang terdapat pada batu Nisan di Minye Tujoh, Aceh pada tahun 1380 


♣ Prasasti Kedukan Bukit, di Palembang pada tahun 683. 


♣ Prasasti Talang Tuo, di Palembang pada Tahun 684. 


♣ Prasasti Kota Kapur, di Bangka Barat, pada Tahun 686. 


♣ Prasati Karang Brahi Bangko, Merangi, Jambi, pada Tahun 688. 


Bangsa Indonesia resmi mengakui Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan nasional Indonesia yaitu pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, yaitu sesuai dengan bunyi ikrar sumpah pemuda ketiga yaitu “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.” Namun secara hukum Internasional, Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional Bangsa Indonesia baru diakui pada tanggal 18 Agustus 1945 atau setelah Kemerdekaan Indonesia. 


Bahasa Indonesia dalam perkembangan zaman saat ini sangat penting peranannya, yakni sebagai alat pemersatu bangsa, sarana bertukar pikiran dan pandangan, pemerkokoh kebudayaan nasional, serta yang terpenting adalah sebagai ciri identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan berkarakter kua

Sumber..









Bahasa Sebagai Jati Diri Sebuah Bangsa

Bahasa Sebagai Jati Diri Sebuah Bangsa


Pengertian Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia yang digunakan untuk alat berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya. Bahasa terdiri dari beberapa kata – kata atau sekumpulan kata yang memiliki makna hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakili Kumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad,disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus atau leksikon. Bahasa memiliki fungsi yaitu sebagai mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan. 

Pengertian Jati Diri atau Identitas Bangsa adalah Jati : ciri-ciri, gambaran, atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda; identitas atau yang mungkin lebih tepat disebut Inti. Dan Diri: orang seorang(terpisah dari yang lainnya); badan. Jadi Pengertian Jati diri adalah identitas atau inti kehidupan dari seseorang. Pengertian Identitas adalah berasal dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian harfiah; ciri, tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atau . sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain. Identitas juga merupakan keseluruhan atau totalitas yang menunjukkan ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang atau jati diri dari factor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu. Tingkah laku tersebut terdiri atas kebiasaaan, sikap, sifat-sifat serta karakter yang berada pada seseorang sehingga seseorang tersebut berbeda dengan orang yang lainnya. 
Bahasa sebagai jati diri sebuah bangsa karena bahasa sangat berperan dalam pembentukan jati diri suatu bangsa. Yang dimaksud dengan jadi diri adalah Identitas yang terdiri atas sifat, ciri, atau tanda yang mewakili dan membedakan suatu bangsa dengan yang lainnya. Bahasa berperan utama dan penting dalam membangun jati diri suatu bangsa karena bahasa membangun system arti dalam kehidupan manusia. Selanjutnya system arti, khususnya yang tertautan dengan system arti, budaya, dan ideology menjadi paduan bagi generasi selanjutnya dalam bertindak, realisasi dalam bertindak inilah disebut bangsa. 

Persoalan Bahasa pun tidak luput dengan permasalah yang meresahkan masyarakat. Sering sekali bahasa digunakan tidak tepat dan mulai banyak berkembang bahasa bahasa baru yang belum memiliki arti yang jelas seperti yang sering kita dengar dan sebut dengan bahasa gaul. Menurut hasil pencarian ada beberapa permasalahan dalam penggunaan bahasa yang dapat mencerminkan jati diri atau identitas bangsa. Pertama bahasa global yang menggejala, masalahnya yaitu kita bisa melihat jelas bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang tidak berkarakter karena cenderung menerima dan berusaha mencari kebenaran dari sebuah informasi yang didapatkan. Selain itu melalui masalah ini pula kita bisa merasakan bahwwa kebanyakan bangsa Indonesia tidak menghargai Bahasa Indonesia sebagai salah satu hasil perjuangan putra putri bangsa. Perilaku berbahasa seperti ini dapat menyebabkan bahasa Indonesia kehilangan identitas. Betul bahwa bahasa Indonesia banyak menyerap kata asing tapi tidak menyerap kata itu dengan mentah- mentah melaikan melalui proses yang benar dan tepat. 

Masalah yang kedua yaitu Bahasa “Asal Nyambung” untuk apa di buat aturan bahasa baku (bahasa lisan) dan Ejaan Yang Disempurnakan (bahasa tulis). Bukankah itu adalah hal yang mubazir jika tidak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Saya pikir saat ini sudah saatnya menggunakan bahasa berpedoman pada aturan seperti halnya aturan bahasa baku maupun EYD. Jika kenyataan yang terjadi adalah banyak diantara Mereka menggunakan bahasa Indonesia “asal orang mengerti”. Muncullah pemakaian bahasa Indonesia sejenis bahasa prokem, bahasa plesetan, dan bahasa jenis lain yang tidak mendukung perkembangan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Masalah ke tiga yaitu Penggunaan Bahasa asing yang tidak tepat, Penggunaan bahasa asing yang cukup dominan di negeri ini menyebabkan kita bertanya-tanya, apa kekurangan bahasa Indonesia sehingga kita harus menggunakan bahasa asing dengan mentah-mentah. 

Masalah keempat adalah Sikap tak acuh dalam berbahasa Indonesia, Pengguna bahasa Indonesia belum sampai pada titik kesadaran menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. faktor yang menyebabkan rata-rata orang Indonesia buruk dalam berbahasa Indonesia adalah sifat malas berpikir untuk mencari kata-kata yang tepat dan benar sesuai kaidah dalam bahasa Indonesia. Keadaan ini menyebabkan bahasa Indonesia mengalami perkembangn yang tidak menggembirakan. Bila sikap ini tidak segera diubah maka bukan tidak mungkin kedepannya bahasa Indonesia akan menjadi bahasa pasaran yang tidak memiliki identitas. Dan yang Kelima yaitu Meluapnya Bahasa eufisme dan Sarkasme, banyaknya penggunaan bahasa-bahasa eufisme yang berbau muatan politis dan merebaknya bahasa-bahasa sarkaseme yang membuat citra bangsa Indonesia sebagai bangsa yang tidak bermoral. 

Kelima Faktor permasalahan tersebut harus diselesaikan bersama – sama dan atas kesadaran masing-masing masyarakat dalam menggunakan bahasa yang baik dan benar. Dan dapat mencerminkan Jati diri sebuah bangsa yang memiliki nilai – nilai yang luhur dan memiliki karakter dan sikap positif berbahasa dan berbangsa.


Sumber..