Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Maret 2014

Alasan Mengapa Masuk Jurusan Akuntansi di Universitas Gunadarma dan Kesan - Kesan selama Kuliah di Universitas Gunadarma

tulisan 1

Alasan Mengapa Masuk Jurusan Akuntansi di Universitas Gunadarma dan Kesan - Kesan selama Kuliah di Universitas Gunadarma


Pada mulainya saat saya mengambil Jurusan Akuntansi adalah tanpa perlu berpikir panjang hanya 5menit saya memutuskan untuk mengambil Jurusan Akuntansi. Saya mendapatkan Beasiswa masuk ke Gunadarma dari TryOut yang dilakukan Gundarma ke sekolah-sekolah. Kebetulan saya dapat beasiswa tersebut dan lumayan per semesternya selama 6 semester mendapatkan potongan-potongan biaya dari beasiswa tersebut.

Kenapa saya memilih Universitas Gunadarma karena waktu itu saya tidak mendapatkan Universitas Negeri dan lagi pula saya juga kurang bersemangat untuk mendaftar negeri jadi Swasta saja kebetulan tempatnya juga tidak terlalu jauh dari rumah.

Kesan - kesan pertama saat berkuliah di Gunadarma biasa - biasa saja tidak ada yang Spesial. Saat kelas 1 saya masuk di kelas 1EB17 mulai dari situ saya menemukan beberapa SAHABAT yang benar menyenangkan, teman ngumpul, teman Curhat, poqonya beda dech saat masih sekolah dulu.

Mulai beranjak pertengahan semester 1 saya mempunyai pacar sekelas dan mulai dari situ jalan ke semester 2 mulai ada koflik2 dan itu membuat Nilai saya Jatuh turun Drastis yang saat semester 1 nilai IPK 3,17 menjadi 2,80 banyak ternak nilai C nya.. mulai saat itu saya menyesal dan berusaha untuk belajar serius dan menaiki IPK dengan belajar yang serius dan benar.. alhamdulillah dari semester 3 sampai semester 6 nilai tidak ada yang mendapatkan C rata A dan B. hinggal akhirnya pada semester 7 ada 1 mata kuliah yang mendapatkan nilai C lagi yaitu mata kuliah APSA. dan sampai semester 7 ini nilai IPK saya yaitu 3,13 belom bisa mengembalikan nilai IPK saat semester 1. tapi saya cukup puas dan bangga atas kerja keras saya sendiri itu murni nilai tanpa UM.

Disemester 8 ini saya memiliki kegalauan antara memilih SKRIPSI atau KOMPRE...

Kamis, 02 Februari 2012

Tips jitu untuk membuat diri kita merasa hepiiiiiii terus! (with PIC)...

"Tips Jitu Untuk Membuat Diri Kita Selalu Happy"

Sebagai manusia, kita wajib hidup dengan memiliki target dan tujuan hidup.
*******************************************
Senantiasa berusaha tersenyum
*******************************************
Senantiasa berbagi kebahagiaan dengan yang lain.
*******************************************
Senantiasa memiliki keinginan untuk menolong sesama
*******************************************

Senantiasa menjaga hati kita seperti layaknya anak-anak 

*******************************************
Senantiasa berbuat baik kepada berbagai kalangan yang berbeda agama, suku dan ras
*******************************************
Senantiasa menjaga rasa humor
*****************************************
Senantiasa berusaha tenang ketika ada kejutan datang
*******************************************
Senantiasa mampu memaafkan yang lain
********************************************
Memiliki beberapa teman baik
*******************************************
Senantiasa mampu bekerja sama dalam tim
******************************************
Senantiasa menikmati kebersamaan dalam keluarga
*******************************************
Percaya diri dan memiliki kebanggaan dengan diri sendiri
******************************************
Senantiasa menghargai yang lemah
*******************************************
Sesekali dapat menuruti keinginan diri sendiri
******************************************
Senantiasa bekerja dari waktu ke waktu
*******************************************
Senantiasa bersikap gagah dan berani
*******************************************
Dan yang terakhir, jangan terlalu menghamburkan uang


Faktor Penyebab Keberhasilan Dan Kegagalan Dalam Berwirausaha....



Kurangnya kehandalan SDM dan tidak kompeten dalam manajerial serta kurangnya pengalaman ketika menjalankan strategi perusahaan. Strategi baik yang dibuat tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya kompetensi dalam manajerial. Menempatkan orang-orang yang tidak kompeten di tempat yang sangat strategis akan memperburuk jalannya usaha. Kompetensi dalam manajerial sangat membantu keberhasilan perusahaan karena meletakan orang-orang yang sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat bekerja karyawan akan mempermudah usaha dan strategi perusahaan untuk dilaksanakan.

Kurangnya pemahaman bidang usaha yang diambil karena tidak dapat memvisualisasikan dengan jelas usaha yang akan digeluti. Seorang wirausahawan apabila tidak dapat mendeskripsikan dan memvisualisakan bentuk usaha yang digeluti mengantar pada kehancuran usaha. Pemaham bisnis atau bidang usaha yang diambil secara kontekstual dan riel sangat membantu arah, tujuan, misi, dan visi perusahaan. Kejelasan bidang usaha yang telah ditentukan sangat membantu dan mempermudah mengambil kebijakan manajerial dan strategi yang dibuat.

Kurangnya kehandalan pengelolaan administrasi dan keuangan (modal dan kendali kredit). Pengelolaan adminsitrasi dan keuangan yang apa adanya akan mempersulit majunya perusahaan. Pencatatan adminsitrasi dan keuangan secara sembarang akan semakin memperburuk kondisi usaha karena tidak dapat membaca transaksi dan aktivitas yang telah terjadi. Aktivitas yang telah dilalui seperti pembayaran utang-piutang, jumlah pesanan, jadwal kirim, proses produksi, dll akan tidak dapat terselelsaiak dengan baik. Penangana modal dan kreditdari bank atau swasta apabila tidak dicatat pengeluaran dan alokasi penggunaannya akan semakin memperburuk kondisi keuangan. Alangkah baiknya dalam melakukan aktivitas selalu berpedoman “Segala yang telah dikerjakan harus dicatat dan segala yang tercatat harus dapat dikerjakan dengan baik” sehingga perusahaan yang menggunakan prinsip tersebut dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Gagal dalam perencanaan. Kegagalan dalam menerapkan rencana biasanya karena rencana yang telah dibuat berdasarkan pengalaman orang lain atau sebuah idealis yang belum pernah diaplikasikan. Kegagalan ini terjadi karena tidak tahu sama seklai kondisi atau medan usaha yang digelutinya. Faktor-faktor yang mendukung kegagalan dalam melaksanakan atau menerapkan rencana adalah dari dalam diri sendiri.

Tempat usaha dan lokasi yang kurang memadai. Tempat usaha dan lokasi sangat menentukan kelancaran bisnis yang digeluti. Salah memilih, membangun, atau membuka tempat usaha yang harapnnya dapat memperbesar usaha justru kandas karena kesalahan tersebut. Tempat usaha seharusnya diperiksa dulu kelayakannya seperti budaya, karakter, strata sosial, pendapatan, selera, kemanan masyarakat disekitarnya.



Kurangnya pemahaman dalam pengadaan, pemeliharaan, dan pengawasan bahan baku dan sarana peralatan. Kemampuan dalam pengadaan, pemeliharaan, pengawasan bahan baku dan peralatan yang dimiliki sangatlah penting. Karena apabila tidak memiliki kemapuan dalam bidang ini akan membuat biaya operasioanal semakin tinggi dan kerugian akan terjadi.

Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi perubahan teknologi. Seoranng yang berwirausaha haruis berani melakukan perubahan dalam organisasinya. Salah satu perubahan yang dapat membantunya adalah perubahan teknologi yang sedang berkembang. Ketidakmampuan mengikuti perubahan teknologi tidak membuat organisasi mati begitu saja tetapi pergerakan organisasinya berlahan-lahan lambat dan berangsur-angsur ketinggalan dengan organisasi yang lain yang lebih cepat menanggapi perubahan teknologi.

Hambatan birokrasi. Birokrasi sangat membantu dalam kearsipan dan adminsitrasi organisasi tetapi apabila birokrasi sangat lambat dan menghambat sama sekali maka akan memperlambat laju kinerga organsiasi.

Keuntungan yang tidak mencukupi. Keuntungan yang akan diperoleh dalam berwirausaha adalah dasar motivasi ketika seseorang merencanakan bidang usaha. Akan tetapi keuntungan yang diperolah di luar dari jangkau biaya yang telah dikeluarkan atau perkiraan laba yang diperoleh sebelumnya akan mengakibatkan kelangsungan usaha yang cepat berhenti. Motivasi karena bayangnan keuntungan yang diperoleh sangat tinggi adalah sikap yang kurang objektif apabila belum mengetahui kondisi lingkungan bisnis yang sebenarnya. Hal yanng paling penting sebelum mnemproleh laba yang tinggi adalah cepat kembalinya modal awal yang digunakan sebagai operasional awal.

Tidak adanya produk yang baru. Produk yang telah dibuat dan berhasil memenangi pasar belum tentu akan bertahan lama karena banyak kompetitor yang selalu melakukan inovasi maupun perbaikan produk mereka untuk tampil di pasar. Pengusaha yang tidak pernah menampilkan produk baru yang kreatif maupun inovatif akan mempercepat berhenti usahanya. Hal ini terjadi karena tidak mampu bersaing oleh kompetitor yang telah mengeluarkan produk baru dan menarik perhatian pasar.

Potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan:

1. Pendapatan yang tidak menentu
2. Kerugian akibat hilangnya modal investasi
3. Perlu kerja keras dan waktu yang lama
4. Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya mantap

Keuntungan berwirausaha:

1. Otonomi
2. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi
3. Kontrol finansial

Kerugian berwirausaha:

1. Pengorbanan personal
2. Beban tanggungjawab
3. Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal

Langkah Menuju Keberhasilan:

1. Memiliki ide atau visi bisnis yang jelas
2. Kemauan dan keberanian untuk menghadapi resiko baik waktu maupun uang
3. Membuat perencanaan usah, menorganisasikan, dan menjalankannya
4. Mengembangkan hubungan,, baik dengan mitar usaha maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan

Sumberrr...

http://www.klikunic.com/2011/12/faktor-penyebab-keberhasilan-dan.html

Membangun Usaha Sejak Mahasiswa..


Apakah Mahasiswa Hanya Calon Pekerja
Yang hanya mengandalkan ijasa
Ataukah ia bisa berusaha
Agar Kelak bisa menjadi pengusaha?

Tentunya ada beberapa jenis usaha
Yang bisa di lakukan sejak mahasiswa
Semua ini dari Pengalaman saya
Semoga saja bisa di ambil hikmahnya

***************************************************


1. Fotocopi




Nah usaha ini yang sangat sederhana, saya pun menemukannya secara tidak sengaja. Awalnya hanya membatu teman dalam memfotocopi diktat, namun beberpa teman ternyata minta di fotocopikan juga. awalnya tidak mengambil untung, harga sesuai dari tukang fotocopi. kemudian saya bawa kekelas, ternyata cape juga membawa beberapa buku dan tebal lagi. kemudian ketika teman meminta berapa biayanya? saya bilang, harganya sekian, tapi klo mau di tambahin buat ongkons kirim ya nda papa. dan ternyata mereka bayarnya pas harga (saya ga dapet untung ), dan ada beberapa bahkan minta di fotocopikan juga. ya sudah, untuk yang kedua kali saya tambahkan harga jasa membawa dan mengkoordinasikan copian tersebut .

Potensi penghasilannya cukup lumayan, paling tidak saya dapet diktat copian gratis dan tentunya beberapa uang saku. Kebetulan ibu saya juga punya usaha di rumah, di bilang paling tidak kamu ambil untung 10%, besar juga saya pikir. tapi saya tidak mengambil sebesar itu.
Coba kita hitung ya, misal diktat yang akan di copi harganya 46.000,- maka saya akan mengenapkanya menjadi 50.000,-
4.000,-*25 = 100.000,- (buat beli diktat 46rb, sisanya 54rb masuk kantongkan). ini baru satu diktat, bayangkan klo dalam satu semester ada lebih dari 3 diktat? lumayan kan

Keungulan kedua bisnis ini tidak memerlukan modal, kita hanya perlu menjalin hubungan baik dengan si pemilik fotocopi sehingga kita bisa ambil barang dulu, bayar belakangan. Yang perlu di perhatikan hanya administrasi nya, kita perlu pisahkan uangnya dan catat siapa aj yang sudah bayar. Ketika bukannya tidak ada saingan, ada temanku ternyata yang telah memulai terlebih dahulu (sejak semester 1) namun aku baru memulai semester 2, usut punya usut ternyata dia bilang "aku ga bakat ngordinir, bukannya untung, malah tombok" ya karena dia tidak disiplin dalam administrasi , Tapi ada hikmahnya buat aku

2. Pulsa


Terus terang ini pengalaman paling di ingat. bukan seberapa besar untungnya dalam berbisnis, tapi kemauan untuk memulainya. Ketika pertama kali menawarkan pada teman itu yang seperti berada di puncak jurang, Ya malu ini itu lah. Sampe ketika pertama kali bilang rasanya keringat dingin mengucur , gemeteran dan grogi mana pulsa ga masuk masuk lagi .

Tapi akhirnya, aku bisa mengalahkan rasa takutku. seperti kata bob sadino, kita harus belajar dari orang bodoh. orang bodoh tidak banyak ide, hanya punya satu ide dan di jalankan. mungkin karena aku orang pinter (mahasiswa gitu loh), jadi banyak pertimbangan dan justru tidak memulai mulai. tapi akhirnya aku berhasil memulai juga.

Potensi penghasilannya tidak terlalu banyak, untuk pulsa 10rb kita paling dapat untung 1000. kemudian dibutuhkan modal yang tidak sedikit, apalagi aku "ngutangin" ke teman. dalam artian temanku bisa bayar kapan saja. Namun temanku juga pernah bisnis seperti ini, ia bilang potensinya bisa 400rbu perbulan. klo aku sendiri si tidak dihitung, asal catet saja. aku sengaja mengambil pengalamnya.

3. Les


Ini yang paling terlihat hasilnya, ada berbagai macam cara, mulai prifat (pribadi) ato ikut lembaga bimbingan belajar. potensinya bisa mencapai 30-75rb per pertemuan, tergantung kita. bayangkian berapa potensi yang kita dapat perbulan, ya bisa sampai 300rb ke atas. Keuntungan lainya seperti pepatah, sambil menyelam minum air. sambil mengajar, kita sekaligus belajar.

Ga sulit ko ini, cuma di butuhkan kemauan. ada yang pintar, tapi malu berbicara. ada yang biasa tapi pandai berbicara di depan umum. klopun kita malu klo di umum, kita bisa ambil prifat. klo kita rasa ilmu belom mumpuni, kita bisa ko ngajar SMP, lebih sederhana kan materinya. Kembali lagi ke permasalahan orang pinter, ia terlalu banyak pertimbangan. Ayo mau alasan apa lagi? Ngelesin ini angap saja kita ngobrol ko, cuma yang di obrolin pelajaran. bukankah setiap orang terbiasa dengan ngobrol?

4. Tugas



Tugas kuliah pun bisa jadi ladang bisnis, bukan berati kita mengerjakan dan orang lain santai. Itu termasuk pembodohan . Namun yang ane lakukan dalam tugas kelompok. Hal ini bermula ketika kita kesulitan mengerjakan tugas kelompok. Ketika di ajak mengerjakan tugas kelompok, problem mereka adalah waktu yang tidak ada (karena mereka bekerja). sampai suatu saat muncul ide, mereka tidak punya waktu tetapi punya uang, sedangkan kami (sebagian) punya waktu tetapi tidak punya uang. akhirnya barter dah, mereka setuju untuk membiayai fotocopi, print dan lain sebagainya. sedangkan sebagian dari kami, saya pimpin untuk mengerjakan tugas

Ketika mengerjakan tugas, saya lampirkan progresnya sudah sampai mana, barang kali mereka mau menambahkan (kebanyakan si mereka cuex ) tapi paling tidak kita sudah memberi tahu. sampai akhir deadline tugas, semua selesai dan bahagia. kita dapet uang lebih dari tugas tersebut paling tidak 150rbu. lumayan kan.


5. Jualan


Jualan juga bisa di lakukan ketika kuliah. seperti pengalaman ketika berjualan pulsa, menjual barang pun butuh keberanian. berjualan di sini tidak seperti di pasar yang harus kita tunggu berhari hari, jualan di sini cuma butuh sedikit barang dan kita tawarkan ke orangnya langsung. Misalnya barang yang ane jual adalah baju batik dan seprei. alesannya simpel, baju batik biasa di gunakan untuk kondangan dan sebagian bahkan ada yang mewajibkan untuk pakaian resmi kampus. sedangkan seprai, pasti di pakai untuk anak kost (ane juga kost soalnya ).

Sistem penjualan ane, mereka bisa ambil barang. bayar kapan mereka ada duit (untuk batik), soalnya ane cuma ngambil barang di ibu ane dan bantu jualin dah. sedangkan untuk seprei, ane baru nyari klo mereka mesan. tentunya butuh promosi, nah ane beli seprei dlu untuk ane pake, trus temen yang dateng ke kost, ane tawarin dah. klo mereka mau, besoknya ane cari.

Beberapa usaha ane di atas dimuali dari permasalahan. permasalahan bukan akhir, jutru awal dari usaha. Yang agan butuhkan hanya menemukan idenya, kemudian menjual ide tersebut.


Purdi E. Chandra, pendiri Primagama. Justru menemukan kesuksesan setelah ia mengalami kesulitan keuangan, kemudina membuka les lesan di kostnya. Chairul Tanjung, Pemilik trans TV dan trans 7, dulunya berbisinis buku kuliah dan fotocopi serta kaos. Hendy Setiono Pendiri kebab turki, merintis usaha kebab ketika masih tercatat sebagai salah satu mahasiswa Jurusan Teknik Informatika di ITS. Dimas Ginanjar Merdeka, pendiri ma icih. yang dulunya pernah kuliah di parahyangan pernah berjualan pulsa, handpone, pakaian sampai akhirnya ia bisa membangun ma icih. Ane berharap suatu saat dapat seperti mereka. So, bagaimana dengan agan?




Sumberrr...
http://www.klikunic.com/2012/01/membangun-usaha-sejak-mahasiswa.html

Rabu, 01 Februari 2012

5 Kebiasaan Keuangan Yang Baik..

5 Kebiasaan Keuangan Yang Baik...
1. Hitung-Hitung Budget

Jujur kita tidak terlalu suka memikirkan soal budget, kan? "Susah" atau "tidak pernah berhasil", itulah alasan yang kita lontarkan. Suka atau tidak, budget alias anggaran adalah alat penting untuk mengontrol keuangan. Anda bisa melihat seberapa banyak uang yang Anda punya, ke mana "perginya", dan seberapa besar yang tersisa.

Saran: Menurut financial planner dan direktur Women's Financial Network, Susan Jackson, agar kata budget terasa lebih positif ganti saja dengan money planning, spending plan atau cash control. Seperti yang ia tulis dalam bukunya Why Saving Is Like Dieting and Budgets Don't Work, kata budget memang mirip dengan kata diet. Nah, cobalah lebih realistis. Jangan lakukan perubahan total. Lakukan bertahap saja. Yang penting adalah disiplin mematuhi anggaran. ltu sebabnya, mungkin Anda perlu selalu membawa notes atau catatan kecil berisi daftar belanjaan dalam tas. Jika ternyata pengeluaran Anda masih melebihi budget, jangan menghukum diri terlalu keras. lngat, perubahan takkan terjadi hanya satu malam.

2. Dari Yang Kecil

Memang tak bisa disangkal, biaya hidup sekarang mahal. Namun, sebenarnya Anda tetap punya kemampuan untuk menabung. Bayangkan saat ini Anda harus menabung Rp200.000. Mungkin Anda akan beralasan tak ada dana karena harus membayar ini-itu. Namun, ketika seorang teman lama menelepon clan mengajak Anda bertemu di sebuah restoran,tiba-tiba saja Anda memiliki uang Rp200.000 untuk pergi. 

Saran: "Lebih baik Anda mulai menabung dengan sedikit uang ketimbang menunggu sampai uang terkumpul banyak tapi malah tak pernah memulainya (karena uang tidak kumpul-kumpul)," saran Susan. Hanya 10% dari penghasilan saja kok minimal yang harus Anda tabung. Jika masih sulit juga, coba saja cara lama yaitu menggunakan celengan (tapi jangan celengan bergembok dan berkunci, ya ). Anda bisa menyelipkan Rp100.000 setiap gajian ke dalam celengan atau memasukkan koin Rp500 setiap hari hasil kembalian bus atau belanja di supermarket. Jangan lupa untuk selalu menaikkan uang tabungan, jika gaji Anda naik atau cicilan KTA lunas. 
3. Lupakan Kartu Kredit

Membayar tagihan lebih dari pembayaran minimum sebaiknya menjadi langkah awal untuk meninggalkan ketergantungan Anda pada kartu kredit. Anda pasti tahu pembayaran minimum tak akan menghapus utang di kartu kredit Anda yang terus berbunga di atas bunga. Nah, di sinilah Anda akan menyadari perlunya Anda membuat budget. Anda bisa melihat besar dana yang tersisa dan mungkin bisa menggunakannya untuk membayar utang. lni bisa mempercepat pelunasan utang tersebut.

Saran: Alternatif lain adalah memanfaatkan program transfer balance dari kartu kredit lain yang menawarkan bunga 0% untuk jangka waktu 6 bulan, misalnya. Namun, menurut Brouwer dari Outlook Financial Solutions, kunci utama terbebas dari utang adalah mengubah kebiasaan penggunaan kartu kredit. Anda bisa mulai dengan meninggalkan kartu kredit di rumah atau tak menunda pembayaran tagihan. Mau sedikit ekstrim? Mintalah pengurangan limit kartu kredit, misalnya hanya dua kali lipat dari gaji Anda. Dengan cara ini, Anda akan menggunakan kartu kredit hanya untuk kebutuhan mendesak saja dan bukan untuk kebutuhan konsumtif.
4. Belajar Investasi
Nah, setelah urusan utang beres, kini Anda akan punya uang lebih untuk memulai investasi. Sebenarnya sih,dengan hanya Rp 100.000, Anda sudah bisa berinvestasi. Mungkin yang menjadi pertanyaan berikutnya jenis investasi apa yang cocok untuk Anda?


Saran: Anda bisa menilai diri Anda lewat kuis yang termuat di buku-buku investasi atau meminta bantuan jasa financial planner, tipe investor yang manakah Anda? Konservatif, moderat atau agresif? Memang Anda akan dikenakan biaya saat berkonsultasi. Namun, jika mempertimbangkan situasinya, Anda tetap mendapat keuntungan kok, yaitu saran dari profesional.
5. Jangan Lupa Proteksi 

Ok, di tahap ini Anda pasti sudah berhasil memiliki sejumlah dana di tabungan dan investasi. Namun, semua itu tak ada artinya jika tiba-tiba Anda divonis menderita penyakit berat. Uang tabungan dan investasi bisa habis untuk biaya pengobatan.

Saran: Penyakit yang kian banyak akibat gaya hidup kurang sehat, membuat kita mau tak mau harus memiliki asuransi kesehatan. Terutama buat Anda yang biaya kesehatannya ditanggung sebagian atau tidak ditanggung sama sekali oleh perusahaan. So, dengan menyisihkan uang sedikit untuk proteksi, Anda bisa mengambil manfaatnya di kemudian hari. 

Masa Depan dimulai Hari Ini

Mungkin Anda pikir, terlalu dini untuk memikirkan soal pensiun. Survei Newpoll pada tahun 2004 menemukan 56% pekerja terpaksa menunda rencana pensiun karena tak mempersiapkan dana hari tua. Nah, tak ada salahnya Anda mulai berpikir soal rencana keuangan hari depan. Mungkin saja Anda berniat pensiun dini dan tak ingin gaya hidup berkurang. Itulah pentingnya menyusun strategi keuangan sejak sekarang.




Sumberrr...
http://www.klikunic.com/2012/01/5-kebiasaan-keuangan-yang-baik.html